pintu keluar's Blog

jalan keluar satu-satunya

THERE’S ALWAYS THE FIRST TIME – Manado the Series

on May 16, 2013

Selalu ada yang pertama. Pertama kali menangis, pertama kali masuk sekolah, pertama kali pacaran, banyak! Seperti aku yang pagi itu exited banget karena pertama kali mau ke manado. Norak? biarin! Seumur-umur baru kali ini ke Sulawesi, meski cuma seujung kuprit doang, karena selama ini cuma liat di peta, cuma baca di blog orang gimana indahnya sulawesi, manado, bunaken, makanannya yang aneh-aneh (konon ada pasar yang jual segala macam hewan yang udah siap olah, macam tikus pohon, ular, kucing, ga tau apa lagi). Dan sebenernya yang bikin makin excited adalah ke manado kali ini Gratis! tapi dengan syarat, KERJA dari subuh sampe lewat tengah malem, tidur cuma 4-5 jam aja! tapi ga papa deh, yang penting gratis dan dapet uang saku. Penting itu.

DAY 1 – Trip dimulai dari perjalanan dari tempat kerja – rumah – rumah mertua – mall – Bandara Juanda – Terbang – Bandara Sam Ratulangi. Begitu keluar dari bandara, kita langsung mengucapkan hamdalah dan sujud syukur menikmati perjalanan menuju temporary office di daerah malalayang. Perjalanan menuju ke sana waktu itu cuaca lagi mendung tebal, tapi jalanan dari dan menuju bandara cenderung sepi meski banyak pertokoan, hotel-hotel besar dan terkenal. Jalanan naik turun, kelak kelok, berbukit-bukit dan cenderung tidak terlalu lebar. menurut aku sih mirip semarang😀 temen-temen ada yang bilang mirip bandung, alasan kami adalah angkotnya warna biru dan topografinya berbukit-bukit. Cuma satu yang berbeda, di manado buanyak banget pohon kelapa. Dimana-mana. Bahkan waktu mau landing aja yang keliatan pertama kali pohon kelapa.

Salah satu sudut Bandara Sam Ratulangi

Salah satu sudut Bandara Sam Ratulangi, credit Kurniawan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Semakin menjauhi bandara, semakin keliatan kalau manado sedang giat-giatnya melakukan pembangunan. Banyak bukit diiris-iris, diubah jadi perumahan. Beberapa malah ada yang longsor, mungkin karena derajat kemiringan yang tegak lurus dan kepadatan tanah yang rendah *opo iki*. Dan yang ga disangka ga dinyana, Manado macet dimana-mana! sepertinya karena jalanan yang sempit dan volume kendaraan yang tinggi.

Sebelum nyampe temporary office, kita mau makan-makan dulu jo di pinggir laut. Katanya sih ini tempat wisatawan-wisatawan makan siang. lokasinya di malalayang dengan makanan khas seafood.  Tempatnya menjorok ke laut sih sebenernya dengan view Gunung Manado Tua. Makanannya enak menurutku, mungkin karena laper plus ketemu BROKOLI!❤

Ria Rio Restaurant, view Manado Tua. Credit Kurniawan

Ria Rio Restaurant, view Manado Tua. Credit Kurniawan

 

 

 

 

 

 

 

 

Makan sudah, istirahat sudah, sekarang waktunya untuk KERJA! -skip-

 

DAY 2 – KERJA

Ga da yang spesial di hari ke-2, karena ke Manado bukan untuk jalan-jalan tapi untuk kerja. HAHAHA (getir) . Tapi ada yang menarik, pemandangan di perjalanan menuju tempat kerja. Berhubung tempat kerjanya di daerah Tomohon (yang terkenal dengan pasar hewan itu) yang letaknya di pegunungan, pemandangannya menyejukkan mata, begitu juga udaranya. Tapi memang harus dipahami, karena daerah mayoritas kristen, masjid susah banget disini. Ada sih, tapi jarang. Sempet juga mampir ke mesjid Kyai Mojo di kampung jawa (eh, bener ga namanya ya :p)

salah satu view menarik, rumah di tengah danau buatan. credit kurniawan

salah satu view menarik, rumah di tengah danau buatan. credit kurniawan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAY 3 – KERJA

Pagi itu kami nawaitu mau nyobain bubur manado yang katanya lezat untuk sarapan. Ga lengkap kan kalo ke manado tapi ga nyobain buburnya. Kami dibantu driver yang native guide memutuskan untuk makan bubur manado di lokasi yang jadi pusat makanan khas Manado, WAKEKE. lokasinya hanya gang biasa, tapi memang banyak banget rumah makan dan hotel disitu. Bingung antara mau nyoba mie cakalang ato bubur manado, akhirnya diputuskan BUBUR MANADO alias TINUTUAN! menurut lidahku, bubur ini terdiri dari labu, bubur nasi, jagung manis, daun apa ga tau namanya. Rasanya gimana? aku sih, sekali nyoba cukup ya :p

WAKEKE, credit kurniawan

WAKEKE, credit kurniawan

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinutuan, credit kurniawan

Tinutuan, credit kurniawan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAY 4 – KERJA (mulai kangen rumah)

hari terakhir kerja, berkesempatan makan di tepi danau tondano, makanan khas fauna danau, mulai ikan nike (sejenis teri, tapi ini spesial, teri danau tondano) dan jenis ikan-ikan lain yang bikin ‘lupa nama ingat rasa’. Seperti kebanyakan makanan manado, makanan disini juga pedas menantang.  Tapi viewnya, luar biasa menenangkan! udaranya waktu itu juga bersahabat. ga panas, ga dingin. sejuk!

Danau Tondano, view dari restaurant. credit kurniawan

Danau Tondano, view dari restaurant. credit kurniawan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAY 5 – Kembali ke Jawa! Pertama kali ke Manado, diisi kerja kerja kerja (motto PLN) tapi yakin, suatu saat kalo balik lagi, harus diselingi ke BUNAKEN!

kudu mampir ke sini lagi nih. credit kurniawan

kudu mampir ke sini lagi nih. credit kurniawan

-end-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: