pintu keluar's Blog

jalan keluar satu-satunya

Dimana Pintunya?

on November 16, 2010

Ied Adha 2010, privat room

Setiap hari sejak beberapa bulan lalu, sy punya kebiasaan baru tiap bangun pagi. Menyapa uber twitter.
Hanya melihat timeline sejak semalam hingga current time, sy sudah bisa menyimpulkan apa yg sedang terjadi di dunia, khususnya Indonesia.
Sy org yg malas baca berita. Sy merasa dicekoki informasi tertentu. Pikiran sy secara tdk sadar diarahkan untuk membentuk opini yg diinginkan pembuat berita. Sy tdk mau diarahkan.
Sungguh dsayangkan jika berita yg dmuat di media sudah tdk murni lg, tp ada muatan. Dan muatan itu terlihat terang-terangan. Ini bahaya. Ini Orde Baru versi 2.0. Jangan kau ikuti bahaya.

Suatu hari sy berkeinginan untuk berhenti bayar pajak. Sy tdk mau hasil kerja keras sy diselewengkan. Klise memang. Sy mau ngambek pada negara.
Coba bayangkan jika terjadi flashmob untuk menolak membayar pajak. Apa yg terjadi pada negara ini. Pajak dari rakyat, pengendali utama negara (seharusnya).
Mengutip pernyataan seorang pengamat ekonomi, bahwa jika seluruh rakyat indonesia taat membayar pajak, bisa dipastikan bahwa pendidikan hingga tingkat SMU gratis. Dengan gratisnya biaya pendidikan, anak2 Indonesia bisa punya harapan pendidikan lbh tinggi, karena orang tua mereka bisa menabung untuk biaya kuliah. apalagi jika kuliahnya bisa mendapat beasiswa, uang tabungan orang tua bisa untuk modal usaha. Pengusaha kecil makin banyak, ekonomi Indonesia bisa bergerak naik trendnya, pajak yg dbayar semakin besar, endingnya bisa saja kesehatan gratis dan utang terbayar.

Beberapa kalimat terakhir di paragraf sebelumnya itu hanya utopia. Untuk Indonesia masih lama bisa mewujukan kondisi seperti itu. Wong negara saja tidak aman. Koruptor bisa bebas berkeliaran. Tidak terpantau, tidak terjerat hukum.
Jika koruptor dan mafia bisa jalan-jalan, padahal seharusnya di tahanan, apakah sy masih punya sisa rasa percaya pada aparat penegak hukum negeri ini?
Tapi apalah yg bisa sy lakukan. Saya rakyat kecil, sama seperti ratusan orang lainnya di Indonesia ini yg mudah dipecundangi. Sy tidak punya stasiun televisi seperti bakrie, yang bisa menggerakkan pikiran orang seperti yg dia mau. Dan anehnya, orang nomor satu negeri ini tidak memanfaatkan power yang dia miliki untuk mengendalikan semuany. Tidak berani? Saya prihatin..

Rasa kecewa yg saya miliki ternyata tidak sendiri. Ribuan orang di twitter mengungkapkan hal yang sama. Itulah suara indonesia yang sebenarnya. Dan mudah2an bisa menjadi pressure pemerintah untuk menuntaskan masalah dengan segera. Rakyat Indonesia memilih sendiri medianya, dan itu efektif.

Beberapa bulan lalu, ngambek saya dipenuhi perusahaan tempat sy bekerja. Mereka yg membayarkan pajak saya. Mudah2an perusahaan ikhlas bayarnya, tidak seperti saya. Jadi pajak itu bisa barokah.
Sy menyesal dulu sering tidak ikhlas bayar pajak. Mungkin beberapa rupiahnya sudah masuk kantong anggota DPR sbagai biaya perjalanan, atau rekening gayus, atau entah berakhir ditempat seperti apalagi..

Sy masih mencari pintu keluar untuk diri sy sendiri..lelah saya melihat negeri ini porak poranda.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: