pintu keluar's Blog

jalan keluar satu-satunya

Makanan Kereta???

on February 5, 2010

mungkin karena memang dasar lapar atau pengaruh suhu yang dingin terkena terpaan ac (angin cendela) kereta bisnis,, jadi makanan apapun yang masuk perut jadi lezat.. apalagi kalau makanannya tersaji hangat atau bahkan panas,, benar2 semakin memanjakan lidah!

malam itu sebagai makan malam saya memesan seporsi nasi goreng made in kereta. jujur saya memang tidak pernah makan di kereta karena saya tidak tahu dapurnya seperti apa, bagaimana cara masaknya, dan sebagainya. saya memang bukan seseorang yang sangat freak terhadap kebersihan, namun di kereta adalah masalah lain. terutama di Indonesia (note: saya tidak pernah bepergian ke luar negeri, namun saya percaya di kawasan Asia Timur atau bahkan Eropa, perkeretaapian disana pasti sangat sangat maju dan modern).

nasi goreng

nasi goreng yang tersaji saat saya memesan cukup hangat, seperti baru beberapa menit lalu digoreng. lauknya telur mata sapi dengan garnish ketimun, tomat dan dilengkapi dengan acar dan cabe. tidak lupa kerupuk udangnya. meskipun kerupuk udang yang saya terima tidak utuh bentuknya, atau memang bentuk utuhnya seperti itu saya tidak tahu.. bentuk kerupuk bisa dilihat di gambar makanan yang ada di samping ini.

akhirnya, saya makan juga itu nasi goreng. namun rasanya tidak terlalu mengecewakan. mungkin karena menurut saya makanan itu hanya ada yang berasa enak dan enak sekali. dan makanan kereta termasuk kategori enak. saya memang tidak pernah memesan makanan lain,kecuali yang sudah disediakan seperti jatah makanan kereta untuk kelas eksekutif sebelum dihapus dulu. meskipun dingin dan nasinya kaku, tetap gurih menurut saya. masalah porsi, tidak mungkin saya bahas disini. intinya porsi makanan kereta termasuk kategori cantik, yaitu cocok untuk yang sedang berdiet karena tidak terlalu banyak. masalah harga memang agak sedikit diatas rata-rata, untuk nasi goreng yang saya pesan dengan lauk telur seperti pada gambar harganya Rp15.000,- dan untuk minuman rata-rata Rp6000,- hingga Rp10000,- mulai kopi, teh hingga es campur. tapi saya belum pernah mencobanya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: